May 16, 2021

SMA Negeri 1 Probolinggo

Sekolah Rujukan

SMASA Masih Bersinar di Bunkasai 2021

2 min read

Bunkasai adalah lomba festifal budaya Jepang. Lomba yang di selenggarakan oleh MGMP Bahasa Jepang ini cukup banyak sponsornya diantaranya Japan Fundation, Kemendikbud, PPHI hingga kampus Temple University Japan. Karena situasi pandemi, lomba Bunkasai yang ke XXIII kali ini di selenggarakan secara online. Lomba ini yang di mulai dengan pendaftaran bulan November 2020 secara kolektif dan diselenggarakan pada tanggal 2 Januari 2021.

Lomba Bunkasai XXIII ini terdiri dari 6 macam lomba yaitu lomba presentasi, lomba rodoku, lomba cerdas suto-ri, lomba baca berita, lomba desain karakter dan lomba karaoke. Namun kali ini hanya 4 jenis lomba yang diikuti SMASA yaitu rodoku, cerdas suto-ri, desain karakter dan baca berita. Dan hasil lomba menetapkan 2 jenis lomba saja yang mampu meraih kemenangan yaitu cerdas suto-ri dan desain karakter.

Bagi SMASA lomba Bunkasai bukan hal yang baru. Setiap tahun siswa-siswi SMASA selalu ada yang berpartisipasi di lomba ini. Dan setiap tahun pula selalu ada piala yang di persembahkan untuk SMASA tercinta. Ibu Luza Qodriyanti, M.Pd selaku pembimbing untuk mempersiapkan siswa di lomba Bunkasai ini menginformasikan bahwa Ahmad Rasyid T. Kelas XI IPA F mampu meraih Juara 1 di Lomba Cerdas Suto-ri dan Rangga Verthananda Shakti. Kelas XI IPA C telah meraih juara harapan 3 pada Lomba desain karakter.

Ibu Luza Qodriyanti menyampaikan ‘Saya bangga sekali dengan prestasi siswa SMAN 1 Probolinggo, karena dalam masa pandemi ini, mereka masih tetap semangat mengikuti lomba bahasa Jepang Bunkasai XXIII yg diadakan secara online. Saya sebagai guru pembimbing merasa kurang maksimal membimbing mereka, namun ternyata tahun ini SMAN 1 Probolinggo masih tetap bisa menorehkan prestasi di ajang bergengsi bahasa Jepang Bunkasai XXIII tingkat Provinsi. Sebenarnya saya berharap semua peserta lomba dari SMAN 1 Probolinggo mendapat juara pada lomba ini. Namun karena kendala teknis jaringan yang tiba2 down waktu hari pelaksanaan lomba yang mempengaruhi penilaian juri membuat point penilaian kurang maksimal. Terlepas dari kendala teknis tersebut, saya sangat mengapresiasi semangat peserta lomba untuk berkompetisi. Semoga tahun depan, siswa siswa SMAN 1 Probolinggo dapat lebih banyak lagi menyumbangkan piala dan membawa harum nama sekolah di tingkat Provinsi, Nasional hingga Dunia. Aamiin.