Kerja Bakti Adiwiyata, Bersihkan Sungai
Oleh : Haryaka Raditya Rahman
Kerja Bakti Adiwiyata, Siswa Kelas XI SMAN 1 Probolinggo Bersihkan Sungai. Probolinggo, 7 Agustus 2026 – SMA Negeri 1 Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan kerja bakti yang menjadi bagian dari Program Adiwiyata. Pada Jumat (7/8/2026), siswa laki-laki kelas XI melaksanakan aksi gotong royong membersihkan aliran sungai atau selokan yang berada di depan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menciptakan kawasan sekolah yang sehat, nyaman, dan bebas dari sampah.
Sejak pagi hari, para siswa berkumpul dengan membawa perlengkapan kebersihan. Sebelum kegiatan dimulai, mereka mendapatkan arahan mengenai pembagian tugas, pentingnya menjaga keselamatan selama bekerja, serta tujuan pelaksanaan kerja bakti. Setelah itu, siswa dibagi ke beberapa kelompok agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih efektif dan menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, para siswa membersihkan seluruh aliran sungai di depan sekolah. Berbagai jenis sampah yang menyumbat aliran air dikumpulkan dan dipisahkan, sementara tanaman eceng gondok yang menutupi permukaan sungai diangkat secara bergotong royong. Sampah dan tanaman yang telah dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam truk sampah untuk diangkut ke tempat pembuangan yang sesuai sehingga tidak kembali mencemari lingkungan.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap alam. Melalui kerja bakti, para siswa belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Program Adiwiyata sendiri mendorong seluruh warga sekolah untuk menerapkan budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan kerja bakti seperti ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Lingkungan yang bersih akan mendukung proses belajar mengajar, mengurangi risiko banjir akibat saluran tersumbat, serta menciptakan suasana sekolah yang lebih asri.
