August 13, 2026

SMA Negeri 1 Kota Probolinggo

Sekolah Penggerak

Adab Kepada Guru: Jembatan Ilmu dan Kebajikan

Probolinggo, 31 Juli 2026 –SMA Negeri 1 Probolinggo. Pembekalan pendidikan karakter kali ini di berikan oleh ustad H. Anshori dengan tema Adab Kepada Guru. Tema ini adalah cerminan Nabi kita Muhammad SAW. Seperti pada hadist berikut : “Barang siapa memuliakan seorang yang berilmu (guru), maka sesungguhnya ia telah memuliakanku. Barang siapa memuliakanku, maka ia telah memuliakan Allah. Dan barang siapa memuliakan Allah, maka tempat kembalinya adalah surga.” (HR. Thabrani dalam Lubabul Hadits);

“Barang siapa meremehkan gurunya, maka Allah akan menguji-nya dengan tiga perkara: cepat lupa apa yang ia hafal, terhalang dari kefasihan berbicara, dan menjadi miskin di akhir usianya.” (HR. Al-Baihaqi);

“Belajarlah kalian ilmu, dan belajarlah untuk ilmu itu ketenangan, wibawa, serta kerendahan hati. Dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajarkan kalian ilmu.” (HR. Ath-Thabrani)  dan lain-lain.

Hormatilah gurumu, niscaya ilummu akan tumbuh dan berkah. Guru adalah orang yang membukakan pintu dunia pengetahuan, menyalakan pelita di tengah kegelapan (kebodohan) dan membentuk watak serta peradaban bangsa. Oleh karena itu, memiliki adab yang baik kepada guru bukan sekadar tata krama biasa, melainkan wujud pengakuan atas jasa, penghormatan terhadap ilmu dan cerminan kebaikan diri sendiri.

Adab kepada guru bermula dari hati yang tulus. Rasa hormat itu lahir dari kesadaran bahwa ilmu adalah titipan yang disampaikan melalui perjuangan, kesabaran, dan ketulusan seorang guru. Dalam pergaulan sehari-hari, adab itu terlihat dari hal-hal sederhana: berbicara dengan nada yang lembut dan sopan, tidak memotong pembicaraan, mendengarkan dengan penuh perhatian saat beliau berbicara, serta berani mengucap terima kasih bahkan atas hal-hal yang tampak kecil. Ketika ada pendapat yang berbeda atau kurang dipahami, maka menyampaikannya dengan bahasa yang santun dan waktu yang tepat adalah bagian dari adab. Sebaliknya, menyalahkan di depan umum, membantah dengan nada tinggi atau bahkan menghina, berakibat mematikan keberkahan ilmu. Sayangnya di zaman sekarang, nilai adab ini mulai terkikis. Ada yang menganggap ilmu cukup dicari di internet, sehingga guru tidak lagi patut dihormati. Ilmu yang disampaikan oleh orang yang tidak dihormati, akan sulit masuk ke dalam hati. Sebesar apa pun pengetahuan yang kita miliki, jika kita kehilangan adab, maka pengetahuan itu bisa menjadi pedang yang melukai diri sendiri dan orang lain. Melalui adab yang baik, hati kita terbuka menerima cahaya ilmu, sehingga apa yang kita pelajari tidak hanya menambah pengetahuan di kepala, tetapi juga membentuk akhlak yang mulia